Menyembah Siapa ? dan Mengapa ?
Juni 16, 2018
Agama
Hindu mengajarkan cinta kasih terhadap semua ciptaan Tuhan. Salah satu yang
mendasar dilakukan adalah dengan mengasihi alam lingkungan. Namun hal itu
banyak mendapatkan cemohan dari berbagai pihak, ada yang menyebutkan bahwa Hindu
adalah agama yang menyembah batu, binatang, tumbuhan, perak, perunggu dan lain
sebagainya. Padahal, konsep ini sangat mendasar yaitu mencintai dan menanamkan
kasih pada semua ciptaanya. Maka dari itu kita harus bangga terhadap Agama Hindu karena setiap ajarannya mengandung makna yang mendalam jika kita implementasikan maka niscaya hidup kita akan menjadi damai,
tentram dan selalu berbahagia.
(sumber: https://dharmavada.wordpress.com)
Bayangkan
kalau lingkungan yang memberikan kita kehidupan, kita pelihara
maka kita akan selalu berbahagia dan damai dalam menjalani setiap hal. Dalam
ajaran Agama Hindu menyayangi lingkungan diwujudkan dalam sebuah upacara
“Tumpek Uduh” yaitu upacara
untuk mencintai tumbuh-tumbuhan. Perlu diketahui bahwa peran tumbuh-tumbuhan
dalam kehidupan sangat vital, karena ketika tidak ada tumbuh-tumbuhan apakah
manusia itu akan hidup? Tentu jawabannya sangat mudah yaitu TIDAK karena tumbuhan
sangat berperan penting dalam memberikan udara yang segar, memberikan kita pangan,
papan, dan sandang maka sepatasnya kita harus cinta kasih terhadap ciptaanya.
Bagi sebagian orang yang menghina mungkin mereka tidak menanamkan konsep “memanusiakan lingkungan”.
Dalam
setiap prosesi Agama Hindu tentu dilakukan
dengan menghaturkan persembahan (banten) persembahyangan. Terkait dengan
sembayang yang dilakukan dalam tumpek uduh bukan untuk menyembah
tumbuh-tumbuhannya melainkan disini kita menyembah Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi
Wasa dengan segala menifestasinya. Karena itu merupakan ciptaan Tuhan yang pantas kita jaga dan kasihi dan
berterimaksih juga kepada beliau atas segala hal yang sudah diberikan dalam
menjalani kehidupan dimuka bumi ini.
(sumber: http://baliplus.com)
Salah
satu contoh nyata dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara adalah pada saat melaksanakan upacara bendera setiap Senin yang kita laksanakan pada saat masih duduk
dibangku sekolah apalagi pada saat 17 Agustus, semua bangsa Indonesia
menghormati bendera merah putih yang merupakan bendera negara Indonesia. Walaupun dalam
melaksanakan hal ini banyak dana yang dikeluarkan apalagi upacara yang
dilakukan di Istana Negara. Namun pertanyaannya apakah kita menghormati berupa
kain merah dan putih, sampai menghabiskan begitu banyak dana ?... Tentu itu
tidak. Karena pada saat itu kita menghormati kebangsaan kita yang menjadi
kebanggaan kita bersama. Jadi itulah bukti hebatnya Agama Hindu yang mengajarkan
cinta kasih terhadap semua ciptan Tuhan. Dengan segala kekurangan yang kita miliki sekarang mari terus
berbenah dan mencintai sesama khususnya lingkungan disekitar kita karena dalam ajaran
Agama Hindu sudah dimuat hal itu jangan sampai kita terus merusak lingkungan
selain kita akan mendapatkan phala
dari perbuatan juga dapat menimbulkan bencana alam sebagai contoh banjir,
longsor dan sebagainya.
Maka
kita pantas mengatakan bahwa hindu itu hebat, keren, damai, kasih, dan lainnya
karena semua ajaranya memang untuk membuat manusia menjadi benar-benar manusia
yang merupakan ciptaan Tuhan yang paling
sempurna. Mari terus berbenah kerena tidak ada kata terlambat mari terus
berbuat kebaikan seperti dalam Bhagavad Gita,
yadā sattve pravṛddhe tu
pralayaḿ yāti deha-bhṛt
tadottama-vidāḿ lokān
amalān pratipadyate
Terjemahan
Ketika
sifat-sifat kebaikan yang berkembang, dan jika pada saat itu orang mengalami
kematian, maka sang roh akan mencapai alam-alam tempat para resi mulia yang suci
tanpa cela.
(Bhagavad Gita Adhyaya 14
Sloka 14)
Bangga menjadi Hindu, Saya Hindu, Kamu Hindu, Dia
Hindu, Mereka Hindu dan Kita semua Hindu.


0 komentar