Hasil Cerminan Perbuatan

Juni 08, 2018


          Disini saya ingin membahas mengenai ajaran Agama Hindu yang mengajarkan arti sebuah hasil dari perbuatan yang dilakukan. Karma Phala ... Iya Karma Phala adalah hasil dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia entah itu baik atau buruk sesuai dengan karma yang dilakukan. Karma Phala ini dibagi menjadi tiga yaitu Sancita Karma Phala, Prarabdha Karma Phala, dan Kriyamana Karma Phala. Sancita Karma Phala merupakan hasil yang diterima pada kehidupan sekarang atas perbuatannya di kehidupan sebelumnya sebagai contoh ketika ada orang yang berbuat jahat namun tidak dipenjara atau hidupnya selalu bahagia maka bisa dikatakan dia masih menikmati hasil dari perbuatan yang terdahulu. Prarabdha Karma Phala merupakan perbuatan yang dilakukan pada kehidupan saat ini dan phalanya akan diterima pada kehidupan saat ini juga sebagai contoh ketika kamu memukul teman kamu yang tidak bersalah, dan berselang beberapa jam kamu dipukul orang tua bisa dibilang itu merupakan Prarabdha Karma Phala. Kriyamana Karma Phala perbuatan yang dilakukan pada kehidupan saat ini, namun phalanya akan dinikmati pada kehidupan yang akan datang sebagai contoh ketika kamu sudah bekerja dengan mati-matian namun masih saja kekurangan dan bahkan sampai-sampai tidak makan bisa dikatakan itu merupaka kamu masih menikmati hasil perbuatan yang terdahulu.

(sumber: https://blogartayana.wordpress.com)

Lalu, apakah ajaran Karma Phala itu penting ? Tentu sangat penting. Kita diajarkan bagaimana menjadi seorang manusia “manut teken sesana” yang tidak hanya menyabet title sebagai Tri Pramana yang bisa berpikir, berkata dan berbuat namun tidak digunakan sebagai mana mestinya, karena berpikir yang buruk akan membuat perkataan menjadi buruk dan perbuatan pun menjadi sangat buruk. Maka dari itu, hati-hati dalam berpikir, berkata, dan berbuat jangan sampai melukai sesama ciptaan Tuhan, karena kita harus ingat akan dahyatnya hukum karma phala itu sendiri. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari ketika kita menanam padi tentu padi yang akan kita panen, ketikan kita menebang pohon jati tentu pohon jati yang kita dapatkan, ketika kita minum susu tentu rasa susu yang kita nikmati. Begitu pula hukum karma itu berjalan ketika kita berbuat baik tentu hal baik yang akan kita dapatkan dan ketika kita berbuat buruk tentu hal buruk yang akan menghampiri entah kita dapatkan sekarang atau dikehidupan yang akan datang.

(sumber: https://nithinsridhar.wordpress.com)

Bayangkan jika ajaran Karma Phala tidak ada, tentu semua manusia benbondong-bondong menggunakan segala cara demi tercapai keinginannya entah lewat jalur buruk sekalipun yang tidak memandang apakah orang lain tersakiti atas perbuatanya atau tidak. Hal ini tentu memicu terjadinya kehancuran dan tentunya kegelapan yang tidak dapat terelakkan lagi. Jadi berbanggalah sampai detik ini kita masih berada dalam Ajaran Agama Hindu yang mengatur sedemikian detail mengenai apa yang kita lakukan untuk menjadikan manusia ke arah yang lebih baik sesuai dengan kodrat “ Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna” yang seharusnya bisa menyayangi sesama tidak membedakan dari suku, ras, agama dan antar golongan apapun itu karena kita semua sama-sama ciptaan Tuhan yang harus selalu saling menyayangi. Maka sepantasnya kita bisa sampaikan bahwa hindu hebat, hindu keren, dan jangan pernah malu mengatakan kepada semua orang bahwa saya hindu saya cinta hindu yang selalu mengajarkan umatnya berpikir sebelum berkata dan bertindak karena hasil nantinya mencerminkan perbuatan yang kita lakukan. Dalam Bhagavad Gita, Adhyaya XIV Sloka 16 bebunyi sebagai berikut :

karmaṇaḥ sukṛtasyāhuḥ
sāttvikaḿ nirmalaḿ phalam
rājā sas tu phalaḿ duḥkham
ajñānaḿ tamasaḥ phalam

Terjemahan
Perbuatan mulia dikatakan merupakan pahala murni dari sifat kebaikan. Perbuatan-perbuatan dalam sifat kenafsuan memberikan pahala berupa kedukaan, dan kebodohan dikatakan segabai pahala dari sifat kegelapan.

Satyam Eva Jayate ...!!!

You Might Also Like

1 komentar

Total Tayangan Halaman