Arjuna Digital (Agama Hindu, Generasi Muda, dan Sosial Media)

Juni 08, 2018

          Dewasa ini kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak dapat terelakkan lagi. Hal-hal yang dahulu bersifat konvensional, kini sudah beralih menjadi serba digital. Sebagai contoh sederhana, lihat saja perkembangan alat yang kita gunakan untuk berkomunikasi. Dahulu, orang - orang hanya bisa saling bertukar kabar dengan menuliskan surat, itu pun perlu waktu hitungan hari untuk mendapatkan balasan. Berbeda halnya dengan alat komunikasi saat ini, yang lebih dikenal dengan gadget. Komunikasi bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun, bahkan hanya dalam hitungan detik. Kehebatan sang gadget pun mampu mendekatkan yang jauh dan merapatkan yang dekat. Tak heran jika anak mas “sosial media” menganggap bahwa gadget bak Dewa yang selalu dipuja sehingga tak mampu melepaskan diri darinya.


Sosial media juga menjadi primadona bagi siapa saja yang pernah berhubungan dengannya, baik untuk berkomunikasi maupun sebagai tempat untuk mencari informasi. Dengan maraknya pemanfaatan sosial media, cyber crime pun tak terelakkan. Tak sedikit oknum yang tidak bertanggungjawab menggunakan sosial media untuk menipu dan menyebarkan berita bohong (hoax) yang sangat meresahkan, seperti yang sering terjadi belakangan ini. Lalu, bagaimanakah cara kita menanggapinya?

(sumber : http://metroterkini.com)

Seharusnya sebagai genarasi muda yang hidup di zaman milenial ini selayaknya “Arjuna Digital”, kita bisa mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah. Apalagi kita sebagai arjunanya Agama Hindu yang kaya akan nilai-nilai luhur. Kita harus bisa menyaring informasi yang ada agar bisa mempertimbangkan mana yang pantas untuk disebarluaskan dan yang mana tidak pantas untuk disebarluaskan. Selain itu kita sebagai generasi muda hindu harus mampu berperan aktif dalam bersosial media yang keberadaannya sudah tidak bisa kita tolak lagi. Bagaimana caranya?

Peran yang bisa diambil sebagai Arjuna Digital adalah ikut mengisi konten-konten yang ada dalam sosial media entah itu dalam facebook, instagram, twitter, youtube, dan lainnya dengan hal-hal yang berbau positif. Misalnya, meng-upload berbagai konten yang topiknya tentang Agama Hindu seperti sejarah perkembangan Agama Hindu, ajaran Agama Hindu, cara membuat banten, cerita mahabarata, mengaitkan kehidupan dengan ajaran Agama Hindu dan masih banyak lagi hal lainnya. Tentunya hal yang mudah sebagai Arjuna Digital untuk membuat “hindu hebat” pada nantinya.

(sumber : http://www.sekolahbisnis1m.com)

Jangan sampai kita terus menerima tanpa ada memberikan suatu manfaat karena yang kita terima pun belum tentu bermanfaat.  Janganlah terus berbangga akan kemudahan yang kita dapatkan sekarang karena itu merupakan tantangan apakah kita mampu memanfaatkan dengan baik atau malah kalah dan pada akhirnya hanya menyalahkan keadaan. Mulai dari sekarang, berbenahlah! Kita isi sosial media dengan konten-konten ke-hindu-an agar semua orang tahu bahwa hindu itu keren, hindu itu hebat, hindu itu dharma dan hindu itu milik kita semua.

Sebagai generasi penerus, saat ini kita harus bisa memberikan contoh kepada generasi lanjut usia ataupun generasi muda yang akan melanjutkan perjuangan ini, bahwa kita bisa untuk meng-ajeg-kan hindu lewat cara kita masing-masing dan tentunya sesuai dengan ajaran dharma. Semua orang layak untuk mengetahui bahwa anak muda hindu bisa memanfaatkan sosial media dengan baik serta cerdas dalam bersosial media. Jangan sampai kita diberdayakan oleh sosial media itu sendiri, serta harapan bahwa Agama Hindu yang kita cintai ini bisa berjaya kembali selayaknya pada zaman kerajaan dahulu, dan nantinya semua orang akan mengatakan saya hindu, hindu hebat, hindu mulia, hindu dharma, hindu keren dan hindu selamanya.

uddhared ātmanātmānaḿ
nātmānam avasādayet
ātmaiva hy ātmano bandhur
ātmaiva ripur ātmanaḥ

Terjemahan
Setiap orang hendaknya menyelamatkan Sang Dirinya melalui dirinya sendiri, dan hendaknya ia tidak membuat dirinya merosot dalam kejatuhan. Oleh karena diri sendiri adalah sahabat terbaik bagi Sang Diri dan diri sendiri adalah musuh berbahaya bagi Sang Diri.
(Bhagavad Gita, BAB VI Sloka 5)

~Satyam Eva Jayate~

You Might Also Like

2 komentar

Total Tayangan Halaman